Film

Jumlah pasien covid-19 terus bertambah setiap harinya, pemerintah semakin gencar serukan di rumah saja. Sesuai dengan imbauan, maka syuting sinetron Samudra Cinta berhenti sementara waktu, namun janji akan kembali menghibur penonton di rumah.

“Kepada seluruh penggemar sinetron Samudra Cinta baik di Tanah Air maupun Brunai, Malaysia, dan Singapura, kami memohon maaf yang sebesar-besarnya karena kami terpaksa menunda syuting untuk sementara waktu, mengikuti anjuran pemerintah. Yang pasti ada hikmahnya tapi jangan takut, Samudra Cinta akan tetap menghibur semua masyarakat Indonesia, Brunai, Singapura, Malaysia karena Samudra Cinta adalah sinetron yang luar biasa, extra ordinary, didukung aktor-aktor, aktris-aktris yang juga luar biasa. Cerita terstruktur dan beda dengan yang lain. Kami tidak akan membuat penonton kecewa, kami akan datang, Samudra Cinta di SCTV satu untuk semua,” ucap Anwar Fuady.

Samudra Cinta adalah sinetron Indonesia yang tayang perdana pada tanggal 2 Desember 2019 pu..

Film

Amanda Rawles mengumpulkan keberanian untuk memutuskan melanjutkan studinya ke Australia. Sebenarnya ia sudah dapatkan keberanian tersebut tahun lalu, namun lantaran kondisi pekerjaannya di dunia hiburan, rencana tersebut baru bisa direalisasikan di tahun ini. Amanda pun menceritakan, dapat banyak asupan semangat dari film terbaru yang dibintanginya, Ranah 3 Warna.

“Aku memutuskan berani sekolah ke Australia, sebenarnya dari setahun lalu. Cuma waktu itu situasinya belum mendukung, jadinya aku masih kerja dulu. Tahun ini aku sudah benar-benar yakin dan berani ke Australia,” ujar Amanda saat berbincang santai dengan wartawan belum lama ini di Jakarta.

Dalam film Ranah 3 Warna, Amanda berperan sebagai Raisa. Ia pun sangat mengagumi keberanian, semangat, dan kesabaran Alif Fikri dalam meraih cita-citanya.

“Yang menginspirasi aku dalam cerita Ranah 3 Warna ini adalah karakter yang ada di filmnya, salah satunya adalah Alif. Perjuangan dia dalam mengejar cita-citanya, mengejar mimpinya, me..

Film

Para penonton film Toko Barang Mantan di Bintaro Xchange, Tangerang Selatan, Sabtu (22/2), benar-benar dikejutkan dengan kehadiran Marsha Timothy dan Reza Rahadian. Mereka terlihat semakin terkejut, manakala Marsha, Reza, dan beberapa pemain film Toko Barang Mantan membagikan bunga.

Momen tersebut tentu saja langsung direkam para penonton. Reza dan Marsha pun terlihat sangat ramah membalas sapa dan salam dari para penonton yang memadati studio tempat film Toko Barang Mantan diputar.

“Terima kasih yang sudah membeli tiket dan menonton,” ujar Marsha Timothy sambil tersenyum.

Reza juga berharap, para penonton bisa menikmati dan terhibur dengan film yang dibintanginya.

“Ini sebuah film yang bercerita tentang seseorang yang datang ke kehidupan seseorang, yang sudah mulai move on,” ujar Reza yang disambut tawa penonton.

“Film ini mungkin related dengan pengalaman banyak orang. Ceritanya sederhana dan mudah-mudahan bisa dirasakan sama semua yang menonton,” imbuh Reza.

Kejutan dengan mem..

banner 400x130
Film

Film Toko Barang Mantan hadir dengan sebuah cerita cinta yang ringan. Dibintangi Reza Rahadian dan Marsha Timothy, film bernuansa romantis ini akan menjawab apakah cinta sebaiknya hanya diungkapkan dengan kata-kata atau cukup dengan perbuatan saja.

Karakter Tristan yang dibintangi Reza Rahadian memang memiliki prinsip jika cinta itu cukup dengan perbuatan. Sementara bagi Laras, wanita yang dicintainya, bukan hanya perbuatan saja, namun cinta itu harus diungkapkan dengan kata-kata. Alhasil, Tristan pun harus merelakan Laras digandeng lelaki lain yang bisa mengungkapkan cintanya melalui kata-kata.

Reza tak bisa menilai apa yang dilakukan Tristan benar atau salah. Sebab, menyangkut prinsip kehidupan, setiap orang memiliki pilihan.

“Untuk men-judge karakter yang saya perankan memang agak susah. Tapi begitulah, ada kok orang-orang yang seperti Tristan, lebih memilih untuk nunjukin saja kalau cinta itu enggak perlu diucapkan dengan kata-kata, pasti ada saja orang seperti itu. Saya enggak ..

Film

Ternyata butuh kesabaran yang tak berujung saat seseorang tengah berusaha untuk menggapai cita-citanya. Pesan itu ada dalam cerita Ranah 3 Warna yang sudah dibuat versi layar lebarnya dengan judul yang sama. Novel Ranah 3 Warna karya Ahmad Fuadi merupakan salah satu novel laris bukan hanya di Tanah Air, melainkan juga di negeri tetangga.

Cerita Ranah 3 Warna, merupakan bagian dari trilogi novel yang ditulis Ahmad Fuadi. Pertama dan juga sudah dibuatkan filmnya, Negeri 5 Menara, lalu di akhir cerita ada kisah Rantau 1 Muara.

“Kalau di Negeri 5 Menara, Alif masih sekolah. Nah, di sini (Ranah 3 Warna), Alif sudah melanjutkan pendidikannya. Tapi yang bersungguh-sungguh belum tentu berhasil juga, harus ada kesabaran,” ujar Ahmad saat berbincang santai dengan wartawan, belum lama ini di Jakarta.

Jika dalam kisah Negeri 5 Menara disampaikan pesan Man Jadda Wa Jadda, siapa yang bersunggung-sungguh akan berhasil, dalam cerita Ranah 3 Warna, terselip pesan Man Shabara Zhafira, siapa yang bers..

Film

Memerankan karakter yang sudah terlebih dahulu populer dalam sebuah cerita novel, tentu bukan hal mudah. Seperti halnya saat Arbani Yasiz memerankan karakter Alif Fikri dalam film Ranah 3 Warna. Film tersebut diambil dari novel laris karya Ahmad Fuadi dengan judul yang sama.

“Menurut saya, kan karakter cerita ini diangkat dari novel. Pembacanya juga tentu punya pandangan atas karakter Alif dan yang lainnya. Tentu pandangan atas karakter Alif dan ceritanya juga berbeda-beda setiap orangnya. Jadi saya hanya berusaha mengikuti skenario agar karakter Alif bisa diterima oleh mereka,” ujar Arbani Yasiz saat berbincang santai dengan wartawan belum lama ini di Jakarta.

Arbani memang menyadari, tidak mudah memerankan karakter yang sudah populer terlebih dahulu dalam sebuah novel laris. Namun, sebagai seorang aktor profesional, ia pun berusaha untuk bisa menjalani perannya.

“Saat reading sempat bikin saya stres, saat syuting hari terakhir pun stres. Berhasil nggak ya saya memerankan karakter ..

Film

Dirilis di channel YouTube pada 31 Januari 2020, official trailer film Pemburu di Manchester Biru berhasil tembus satu juta penonton. Sementara itu, premiere film dilaksanakan kurang dari seminggu setelah trailer film dirilis, yakni pada 5 Februari 2020 di XXI Epicentrum, Jakarta Selatan.

“Ya akhirnya film ini ditunggu-tunggu selama dua tahun lebih, datang juga. Semoga jalannya mulus sampai tayang,” ucap Adipati Dolken sebagai pemeran utama, saat ditemui di XXI Epicentrum, Jakarta Selatan, Rabu (5/2).

BACA JUGA, Film Baru Adipati Dolken Berjudul Pemburu di Manchester Biru Tayang 6 Ferbruari 2020

Film Pemburu di Manchester Biru mengisahkan tentang anak muda Indonesia yang berkarier sebagai jurnalis di klub Liga Inggris Manchester City. Adipati Dolken dipercaya memerankan tokoh Hanif, mantan Direktur Media dan Hubungan Internasional PSSI. Sedangkan Ganindra Bimo memerankan tokoh Pringga sahabat Hanif.

“Film ini diangkat dari novel karya dari Hanif Thamrin. Pak Hanif ini satu-satunya..

Film

Chelsea Islan dihadapkan dengan tantangan luar biasa saat syuting film Sebelum Iblis Menjemput Ayat 2. Proses syuting sangat menguras tenaga dan pikiran, Chelsea lantas mengungkap adegan ekstrem yang penuh tantangan.

“Hampir semua adegan ekstrem, adegan menantang buat aku,” ungkapnya saat ditemui di Plaza Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (5/2).

“Yang pasti di scene ayat 2 menguras tenaga, pikiran, fisik, dan emosi karena sepanjang film horor ada takut, teriak, lari. Tapi di sini jauh lebih ekstrem, karena banyak banget sling jadi kita dilempar, dibanting, diangkat. Jadi horor rasa action,” sambungnya.

BACA JUGA, Pacari Chelsea Islan, Politisi Sekaligus Pengusaha Rob Clinton Kardinal Mulai Buka-bukaan

Begitu juga dengan karakter. Tokoh yang dimainkan dalam film benar-benar berbanding terbalik dengan karakter asli Chelsea. Tantangan besarnya, Chelsea harus bertahan dengan karakter berbeda selama dua bulan dan jangan sampai karakter dalam film terbawa ke kehidupan nyata.

“Perjuangan lu..

Film

Di awal tahun 2020, Rumah Produksi Inti Makmur International dan Oreima Films menghadirkan sebuah film berjudul Pemburu di Manchester Biru. Film yang diangkat dari novel non-fiksi karya Hanif Thamrin ini akan disutradarai oleh Rako Prijanto. Film ini akan tayang serentak di seluruh bioskop di Indonesia pada tanggal 6 Februari 2020.

Film Pemburu di Manchester Biru mengisahkan tentang anak muda Indonesia yang berkarier sebagai jurnalis di klub Liga Inggris Manchester City. Adipati Dolken dipercaya memerankan tokoh Hanif, mantan Direktur Media dan Hubungan Internasional PSSI. Sedangkan Ganindra Bimo memerankan tokoh Pringga sahabat Hanif.

Rako Prijanto yang sukses menyutradarai film Teman Tapi Menikah dan peraih Piala Citra sebagai Sutradara Terbaik untuk film Sang Kiai, mengaku sebagai penggemar klub liga Inggris Manchester City, ia terdorong untuk menyutradarai film ini.

“Pep (Pelatih Manchester City) adalah seorang maestro. Jelang syuting film Pemburu di Manchester Biru dimulai, kam..

Film

Meneruskan kesuksesan film Suzzanna: Bernapas dalam Kubur, Luna Maya kembali dipercaya membintangi genre horor terbaru berjudul Suzzanna Santet. Sama seperti sebelumnya, Luna akan terbang ke Rusia untuk mencetak wajah agar sama dengan Suzzanna aslinya.

“Belum tahu, belum sampai Rusia. Paling kurang lebih sama kayak kemarin, paling cetak terus ya mungkin lebih membahas secara design karena berbeda. Kalau kemarin sundal bolong, kalau ini santet, kadi pasti secara design berbeda lagi. Kita pasti akan lebih banyak diskusi total look si Suzzanna yang terbaru,” ucapnya saat ditemui di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (30/1).

BACA JUGA, Periksa Kesehatan, Luna Maya: Kawin Nggak Kawin Tetap Check-up

Luna memang belum melakukan persiapan apa-apa. Bahkan ia baru tahu syuting film Suzzanna Santet dimulai. Bila dalam film Suzzanna: Bernapas dalam Kubur Luna beradu akting dengan Herjunot Ali, kali ini siapa lawan mainnya?

“Aku belum tahu, poster saja baru lihat tadi. Jadi judulnya hari in..