banner 500x500

Demo Kenaikan BBM, Mahasiswa Sempat Dihalangi Masuk & Dimintai KTP

MALINAU, Cokoliat.com –
Sejumlah mahasiswa di Kabupaten Malinau berunjuk rasa di Kantor DPRD setempat, pada Senin (12/9/2022) pagi.

Mereka mengecam kebijakan Pemerintah yang menaikan harga BBM di tengah pemulihan ekonomi masyarakat pasca terdampak pandemi Covid-19.

Massa dari Lembaga Kemahasiswaan bersama dengan Elemen Masyarakat yang bergabung dalam Cipayung Plus Malinau itu menilai kenaikan harga BBM dapat berdampak buruk pada sektor ekonomi rumah tangga. Bahkan, kenaikan BBM dapat memicu kenaikan inflasi dan bertambahnya angka kemiskinan di daerah.

Saat massa aksi meminta untuk masuk ke dalam Gedung, Sekretaris Dewan DPRD Malinau sempat menghalangi para mahasiswa dan meminta menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP).

“KTP nya adakah?. Coba ambil saya mau lihat,” ucap Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Malinau, saat menghalangi mahasiswa yang masuk ke dalam Gedung DPRD Malinau.

“Ini saya tunjukkan, namun cukup Bapak yang lihat ya,” tukas salah satu perwakilan massa aksi.

Dalam penjelasannya, Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Malinau, Dr. Afri ST Padan mengatakan, pihaknya perlu tau siapa-siapa saja yang akan menghadap dan menyampaikan aspirasinya kepada Ketua DPRD Malinau beserta jajarannya.

Hal ini pun mendapat respon dari massa aksi yang menyayangkan sikap dari Sekretaris Dewan tersebut.

“Ini kan rumah rakyat pak, kok kami dihalang-halangi,” ucap M. Agil, Korlap dari massa aksi.

Setelah situasi menjadi kondusif, para mahasiswa pun diperbolehkan masuk dan menyampaikan aspirasi serta tuntutannya kepada para anggota DPRD Kabupaten Malinau.(ag)