Pemkab Malinau – MAF Indonesia Jalin Kerjasama, Layani Warga Malinau di Bidang Kesehatan

MALINAU, cokoliat.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau dan Yayasan Mission Aviation Fellowship (MAF) Indonesia kembali menjalin kesepakatan bersama pada penyediaan pelayanan sosial dalam bidang kesehatan khususnya bagi masyarakat Kabupaten Malinau melalui moda transportasi udara.

Kegiatan penandatanganan nota kesepakatan bersama ini, berlangsung di ruang Intulun, Kantor Bupati Malinau, pada Kamis (10/2/2022).

Hal ini pun mendapat respon dan dukungan dari Bupati Malinau Wempi W. Mawa serta seluruh jajaran OPD terkait.

Sebagai informasi, Maskapai MAF sendiri sudah berada di Kabupaten Malinau terhitung sejak tahun 1971, artinya sudah mengudara kurang lebih 51 tahun melayani masyarakat di pelosok perbatasan dengan tujuan Kemanusiaan dan Sosial.

Bupati Wempi menilai bahwa, Maskapai MAF ini tidak berbicara tentang profit atau keuntungan. Namun, lebih kepada sisi kemanusiaan dan sosial bagi masyarakat khususnya di wilayah pedalaman dan perbatasan.

“Tujuan itulah yang menjadi misi Yayasan MAF yang kita respon dengan baik, karena kita juga memiliki kewajiban untuk menjamin keselamatan maupun kesehatan setiap warga kita, terlebih yang berada di wilayah pedalaman dan perbatasan,” ujarnya.

Ia menyebutkan, Maskapai MAF di Malinau tidak hanya berorientasi kepada penerbangan komersial.

“Mereka memang membutuhkan donasi untuk biaya operasional untuk tetap bisa berjalan, namun itu bukan semata-mata mengejar keuntungan,” ungkapnya.

Hal itulah yang menjadi pilihan Pemkab Malinau melalui pelaksanaan teknis melalui Dinas Kesehatan, ulasnya, karena pihaknya melihat bahwa Maskapai MAF mampu menjangkau daerah-daerah tersulit dan terluar daerah kita untuk diterbangi dengan kondisi yang ada.

Pimpinan Yayasan MAF Indonesia Cabang Tarakan, Tyler Fredrick Schmidt mengatakan, bahwa misi dari Yayasan MAF ini adalah mengutamakan keselamatan orang yang sakit dan pasien yang butuh rujukan ke fasilitas kesehatan yang lebih memadai.

“Membantu orang yang sakit itu lebih penting daripada ambil barang atau penumpang. Sudah banyak kami batalkan pengantaran seperti cargo dan penumpang secara komersil. Karena, kami lebih mengutamakan warga yang sakit, apalagi bersifat emergency,” ujarnya.

Ia mengaku, pihaknya sangat senang ada hubungan kerjasama yang kuat dengan Pemerintah Daerah Malinau melalui Dinas Kesehatan. “Karena dari Dinas Kesehatan kita jadi tahu siapa pasien atau warga yang butuh rujukan untuk transportasi dari wilayah pedalaman ke Faskes di Malinau maupun di Tarakan,” imbuhnya.

Sementara itu, Bupati Wempi menambahkan, bahwa kerja sama dengan Yayasan MAF Indonesia dilakukan terhitung hari ini hingga tahun 2024 sesuai dengan masa baktinya sebagai Bupati Kabupaten Malinau.

“Untuk evaluasi pertahunnya itu secara teknis ada di Dinas Kesehatan sebagai leading sector atau penanggung jawab terhadap program prioritas khususnya pelayanan kesehatan kepada masyarakat di Kabupaten Malinau,” imbuhnya.(ag)