Ketujuh Bocah ini Keciduk di THM Saat Tim Gabungan Razia

  • Whatsapp
Diamankan, ketujuh bocah ini terpakas dibawa ke Mako Polres Tarakan lantaran terjaring razia di THM (Foto cokoliat.com)
banner 468x60

TARAKAN, cokoliat.com – Sebanyak 7 orang anak dibawah umur berhasil terjaring dalam Operasi Hiburan 2020 yang dilakukan tim gabungan Dit Reskoba Polda Kaltara, Sat Reskoba Polres Tarakan, TNI, Sat Brimob Polda Kaltara, BNNP Kaltara dan BNNK Tarakan di sejumlah Tempat Hiburan Malam (THM).

Wadir Dit Narkoba Polda Kaltara AKBP Dani Arianto menuturkan, razia gabungan ini bertujuan menyasar peredaran narkoba di THM. Namun, dalam melakukan razian tim gabungan justru mendapatkan anak-anak dibawah bawah umur, tengan berada di THM Bahtera.

Bacaan Lainnya

“Yang kita amankan sebanyak 7 orang anak dibawah umur, selanjutnya ketujuh anak ini kita lakukan pendataan di Mako Polres Tarakan,” sebut Dani, usai melakukan razia gabungan, Minggu (23/2/2020).

Untuk tindak lanjutnya, Dani menjelaskan, ketujuh anak dibawah umur yang ditemukan di THM ini akan dilakukan pemanggilan orangtuanya. Jika masih ada yang sekolah, pihak kepolisian juga akan melakukan pemanggilan guru dan kepala sekolahnya.

“Nanti kita buatkan juga surat pernyataan, agar jangan sampai hal serupa terjadi dan ditemukan lagi anak dibawah umur masuk ke THM kedepannya,” terang Dani.

Dalam razia kali ini, lanjut Dani, tim gabungan masih mendapatkan banyaknya pengunjung THM yang tidak membawa kartu identitas seperti KTP. Selain itu, tim gabungan juga menyasar sejumlah oknum anggota baik TNI dan Polri yang kerap mendatangi THM.

“Tapi, tadi kita tidak mendapatkan angota di THM, kalau kedapatan kita serahkan ke satuannya masing-masing yakni Propam dan Polisi Militer, untuk ditindaklanjuti,” tegas Dani.

Sementara itu, salah satu pengunjung THM dibawah umur yang diamankan mengungkapkan, kalau dirinya bersama keenam temannya baru saja tiba di THM Bahtera. Tidak lama kemudian, Polisi langsung datang melakukan razia.

“Baru duduk kami om, jadi belum sempat pesan minuman, tau-tau sudah datang polisi kemudian dibawa keluar dan dikasih masuk ke mobil,” kata salah satu anak yang diamankan ke Polres Tarakan.

Diakui anak itu, dari 7 orang yang diamankan 3 diantaranya masih tercatat sebagai pelajar di salah satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang ada di Tarakan. Sedangkan 4 lainnya, sudah putus sekolah tapi sudah mendapatkan pekerjaan.

“Tiga orang saja om masih sekolah, kalau yang lainnya sudah bekerja, tapi tadi kami di sana (Bahtera, red) belum sempat minum,” pungkasnya. (ck1)

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *