Kepala Bandara Juwata Tarakan Yang Baru Cari Solusi Kurangnya Jam Penerbangan

  • Whatsapp
Agus Prayitno, Kepala Bandara Juwata baru menerima cendera mata dari pejabat sebelumnya (Foto cokoliat.com)
banner 468x60

TARAKAN, cokoliat.com – Kepemimpinan Kepala Bandara Juwata Tarakan, Fandrinsyah Anwar resmi berakhir dan digantikan Agus Priyanto, sebagai pejabat baru. Dengan kepimipinan yang baru ini, Bandara Juwata Tarakan akan terus melakukan inovasi peningkatan pelayanan dan pembenahan.

Ditemui usai acara temu pamit, Kamis (20/2/2020) di gedung Bandara Juwata Lama, Kepala Kantor UPBU Kelas I Utama Juwata Tarakan Agus Priyanto menuturkan, program yang belum selesai dari Kepala Bandara sebelumnya, akan dicarikan solusinya termaksuh kurannya jam penerbangan instansi terkait.

Bacaan Lainnya

“Kalau permasalahan yang ada saat ini, masalah jam penerbangan yang kurang, dikarenakan dampak dari harga tiket dan mudahan kedepannya Garuda bisa terbang lagi ke Tarakan,” ujar Prayitno.

Untuk itu, lanjut Agus, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan komunikasi, sosialisasi dan kampaye dengan pemda setempat. Menginat, di Kaltara khusunya Tarakan memiliki fasilitas pariwisata yang bisa dijual, sehingga wisatawan yang ingin ke Tarakan bisa lebih tinggi.

“Jika semuanya bersinergi, pasti bisa meningkatkan demand dari transportasi udara ini, dengan begitu akan banyak pihak yang mencari untung  dan dapat membuka peluang besar di Tarakan,” bebernya.

Terkait masalah kemanan, diakui mantat perwiara TNI AU ini menyebutkan, pihaknya memastikan sudah ada aturan pengawasan dan peningkatan kemapuan petugas Avsec di bandara. Meski begitu, petugas yang ada harus tetap bisa bekerjadengan baik untuk menghalau penyelundupan yang terjadi.

“Saat ini saya mau cek dulu sarana dan prasarana yang ada, kemudian baru bisa dilakukan evaluasi, termaksud di cargo bandara yang juga dijaga oleh petugas Avec,” pungkasnya.

Sementara itu, sebagai pejabat lama Kepala Bandara, Fandrinsyah Anwar mengatakan, untuk saat ini Bandara Juwata Tarakan memang memerlukan beberapa hal yang harus ditata. Diantaranya, masalah penerbangan internasional yang tengan menghadapi virus corona.

“Yang utama memang kordinasi, jika instansi dan unit kerja lain bisa mempertahankan koordinasi yang ada, kedepannya bisa baik dan lebih baik lagi,” terang Anwar.

Untuk fasilitas sendiri, Anwar menambahkan, yang paling dibutuhkan saat ini adalah masalah perpanjangan runway atau landasan pacu pesawat. Hanya saja, untuk perpanjangan runway ini haru mengikuti anggaran dan kebutuhan yang ada.

“Tahun lalu kita sudah melakukan studi, harapannya tahun ini hasilnya sudah bisa dikirim ke pusat, untuk mendapatkan kebijakan seperti apa kedepannya Bandara Juwata Tarakan,” tutupnya. (ck1)

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *