Hatchery Telur Ayam Segera Beroperasi di Tarakan

  • Whatsapp

TARAKAN, cokoliat.com – Tidak lama lagi, Tarakan akan memiliki perusahaan hatchery khusus penetasan telur ayam. Rencananya, Januari 2020 ini hatchery telur ayam akan beroperasi melakukan kegiatan produksi Day Old Chicken (DOC),setelah molor pada November 2019 lalu.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan di Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan (DP3), Suwondo menuturkan, pemilik hatchery telur ayam ini sudah mengajukan izin ke DP3 Tarakan, guna memasukan telur tunas untuk hatchery untuk ditetaskan.

Bacaan Lainnya

“Sudah mengajukan perizinan dan tinggal menunggu persetujuan, nantinya yang mengeluarkan izin dari Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Provinsi Kaltara,” terang Suwondo, belum lama ini

Begitu mendapatkan izin, Suwondo mengatakan, untuk tunas telur ayam yang akan ditetaskan di Tarakan, nantinya didatangkan langsung dari Surabaya. Hanya saja, tunas telur baru bisa didatangkan pemilik hatchery, setelah izin yang diajukannya keluar.

“Memang belakangan ini pemilik hatchery mengalami berbagi kendala, karena untuk memulai penetasan ini harus sesuai prosedur,” ungkap Suwondo.

Untuk masalah peralatan yang digunakan, Suwondo menjelaskan, karena hatchery telur ayam ini baru dan satu-satunya di Kaltara, sementara peralatan yang digunakan masih semi otomatis. Berbeda dengan di Jawa, semuanya proses hatchery dikerjakan menggunakan alat otomatis.

“Sebenarnya, hatchery yang di Tarakan ini berpusat di Jawa, tapi sementara masih menggunakan semi otomatis, bahkan sebagian masih ada yang manual,” sebutnya.

Mengantisipasi adanya bakteri atau penyakit hewan ternak yang masuk ke lokasi hatchery, Suwondo menegaskan, hatchery yang berlamat di Kelurahan Mamburungan, akan diawasi secara ketat. Bahkan, siapapun yang akan keluar masuk ke lokasi hatchery akan dilakukan sterilisasi.

“Peraturan ini juga sudah ada di pihak hatchery, jadi siapapun yang keluar masuk harus disterilkan menggunakan sistem kabut mengandung bahan mensterilkan tidak ada bakteri yang masuk,” tegasnya.

Kalau sudah beroperasi, Suwondo memastikan, DOC yang ada di Tarakan akan lebih fresh jika dibandingkan dengan yang didatangkan dari luar kota, karena baru ditetaskan. Selain itu, pertumbuhan berat badan DOC juga lebih bagus dan bisa menekan kematian pada DOC itu sendiri.

“Harapan kita DOC ini bisa memenuhi kebutuhan pasar di Kaltara, dengan target mengekspor DOC hingga ke Malaysia,” tutupnya (ck1)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

5 Komentar