Langkah Antisipasi Pemkab Malinau Jelang Pergantian Tahun Baru 2022

  • Whatsapp

MALINAU, Cokoliat.com –
Jelang momen pergantian tahun baru 2022, Pemerintah Kabupaten Malinau telah mempersiapkan beberapa langkah antisiapsi terkait pengawasan keamanan dan ketertiban di masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Bupati Malinau, Wempi W Mawa dalam Rapat Koordinasi Menyambut Tahun Baru 2022 di ruang Intulun, Kantor Kantor Bupati Malinau, Kamis (30/12/2021).

Kegiatan rapat koordinasi tersebut turut di oleh Wakil Bupati Malinau, Jakaria dan Sekretaris Daerah Ernes Silvanus, Ketua DPRD Malinau, Ping Ding, Kapolres AKBP Reza Pahlevi, Dandim Sofwan Nizar, Kepala Dinas Kesehatan P2KB Malinau dan jajaran Kepala OPD, Camat, dan Kepala Desa di lingkup Pemkab Malinau.

Bupati Wempi mengatakan, pihaknya akan memastikan penerapan protokol kesehatan dengan ketat selama momen perayaan Natal dan menyambut pergantian Tahun Baru 2022, meski saat ini Kabupaten Malinau telah mengalami penurunan level menjadi PPKM level 1.

Dalam pelaksanaannya di lapangan, Tim Satgas Covid-19 Malinau akan merujuk pada Surat Edaran Bupati : Nomor : 443.1/593/Hukum Tentang Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 pada saat Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 di wilayah Kabupaten Malinau serta
SE Bupati : Nomor : 443.1/595/Hukum tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 1 serta mengoptimalkan posko penanganan Covid-19 di tingkat Desa, untuk pengendalian penyebaran Covid-19 di wilayah Kabupaten Malinau.

Bupati Wempi yang juga Ketua Satgas Penanggulangan Covid-19 Malinau menegaskan, dalam perayaan menyambut Tahun Baru 2022 sedapat mungkin untuk tetap berada di rumah bersama keluarga.

“Kita harapkan untuk masyarakat pada malam Tahun Baru agar tidak ada pesta atau kegiatan yang membuat kerumunan. Serta tidak melakukan perjalanan,” ucapnya.

Ia pun melarang adanya kegiatan pawai dan arak-arakan pada Malam Tahun Baru serta pelarangan acara Old and New Year baik terbuka maupun tertutup yang berpotensi menimbulkan kerumunan.

Kemudian, pihaknya pun akan kembali menerapkan pemberlakuan perpanjangan jam operasional pusat perbelanjaan yang semula 10.00 – 21.00 waktu setempat menjadi 09.00 – 22.00 waktu setempat.

“Pembatasan kapasitas pengunjung juga harus dilakukan sebanyak 75% dari kapasitas pusat perbelanjaan atau toko untuk menghindari adanya cluster baru,” katanya.

Begitu pula dengan kegiatan makan dan minum di Restoran atau Caffe dapat dilakukan dengan pembatasan kapasitas maksimal 75% dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *