Pemkab Malinau Akan Terapkan  Wajib PAUD

  • Whatsapp

MALINAU, cokoliat.com – Anak di Kabupaten Malinau yang akan masuk ke jenjang Sekolah Dasar (SD) diwajibkan mengikuti pendidikan anak usia dini (PAUD) atau satuan yang setara lainnya. hal ini dilakukan dalam rangka meningkatkan mutu kualitas pendidikan yang ada di daerah.

Bupati Malinau, Wempi W Mawa mengatakan, kedepanya harus ada standar pendidikan ketika anak didik akan memasuki pendidikan minimal dimulai dari jenjang PAUD, hal ini sebagaimana dikatakan Bupati Wempi dalam sosialisasi Peraturan Bupati Nomor 30 tahun 2021 tentang Pelaksanaan Standar Pelayanan Minimal Paud 1 Tahun Pra Sekolah Dasar, yang dilaksanakan di ruang Laga Feratu, Kamis (9/12) kemarin.

Saat dikonfirmasi, Bupati Wempi mengatakan, tujuan dilaksanakannya Peraturan Bupati tentang wajib pendidikan anak usia dini minimal 1 tahun pra-sekolah dasar, agar anak didik terlebih dahulu bisa diberikan pemahaman sebelum anak didik masuk pada jenjang sekolah dasar.

“Nantinya sebelum masuk ke tingkat SD, terlebih dahulu akan ada yang namanya Pra-Sekolah PAUD atau TK. Kemudian terkait hal itu, nantinya terlebih dahulu akan kita lakukan sosialisasi kepada orang tua murid perihal rencana pelaksanaan Perda tersebut,” ungkap Bupati, Jum’at (10/12/2021).

Dalam sambutan yang sampaikan oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Malinau, Ir Kristian Muned, MT mewakili Bupati Malinau Wempi, ia menekankan bahwa pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia 6 (enam) tahun.

Hal itu dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.

“Sesuai dengan program pemerintah daerah “Wajib Belajar Malinau Maju” yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Malinau,” ucapnya.

Dimulai dari jenjang pendidikan anak usia dini, tambahnya, Pemerintah Daerah pada tahun 2022 menganggarkan perlengkapan peserta didik termasuk peserta didik Paud tanpa terkecuali, sesuai dengan SPM yaitu berupa buku gambar dan alat mewarnai. Bahkan perlengkapan sekolah lainnya seperti seragam beserta atributnya.

“Agar orang tua tidak terbeban dengan biaya pendidikan (perlengkapan siswa) dan siswa lebih fokus pada pendidikannya. Selain itu juga ada progam atau kegiatan peningkatan kompetensi pendidikan pendidik paud melalui pemberian beasiswa guru paud ke jenjang S-1,” terangnya.

Ia juga mengharapkan dengan adanya sosialisasi ini, semoga semua pihak baik Pemerintah Daerah, Pemerintah Desa dan masyarakat dapat turut berperan dalam mensukseskan program pendidikan satu tahun paud pra sekolah dasar sebagaimana tertuang dalam perbup yang akan diterbitkan.

“Terlebih kepada para Kepala Desa agar ikut berpartisipasi aktif mendukung program Paud di desa. Baik mendukung melalui anggaran Dana Desa maupun Dana RT Bersih, karena secara regulasi Dana Desa juga dapat digunakan untuk pengembangan Paud di desa,” imbuhnya. (ag)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *