Antisipasi Penyebaran Covid-19 Jelang Nataru, Pemkab Malinau Rapat Koordinasi Bersama Pemuka Agama Kristen

  • Whatsapp

MALINAU, Cokoliat.com – Momentum perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) harus diantisipasi agar tak terjadi penularan dan lonjakan kasus Covid-19 di daerah. Pemerintah Kabupaten Malinau, melalui jajarannya telah mempersiapkan berbagai langkah antisipasi jelang perayaan Natal & Tahun Baru (Nataru) 2022 mendatang.

Bupati Malinau, Wempi W Mawa mengatakan, pada periode Nataru tahun ini kembali akan diantisipasi oleh seluruh jajarannya di lingkup Pemkab Malinau bersama stakeholder terkait lainnya. Hal-hal terutama menyangkut pembaruan aturan-aturan sangat diperlukan untuk dijadikan petunjuk teknis dalam pencegahan penularan Covid-19.

“Beberapa aturan tersebut di antaranya mengenai pergerakan orang, lokasi wisata, pertokoan, dan lainnya. Langkah itu tetap diperkuat dengan vaksinasi dan penerapan protokol kesehatan (prokes) dan 3T (tracing, tracking, treatment),” ujarnya, saat rapat bersama para Pemuka Agama Kristen di Malinau secara virtual, Senin (29/11/2021).

Menurut Bupati Wempi, kondisi saat ini penularan kasus Covid-19 di daerah cenderung lebih menurun. Namun demikian, meski ada penurunan kasus, baik pemerintah maupun masyarakat harus tetap waspada apalagi masih ada Kabupaten/Kota di Indonesia yang masih tren kasusnya cenderung naik.

“Prokes tetap dijaga untuk mencegah penularan. Deteksi perjalanan luar negeri dan dalam negeri, kemudian PPKM juga harus deteksi lengkap dan sebisa mungkin dihindari dengan penyekatan wilayah,” ungkapnya.

Dalam rapat tersebut, pihaknya diketahui akan melakukan antisipasi dengan menyiapkan skema pemberlakuan PPKM level 3. Menjelang Natal 25 Desember Tahun 2021 dan Penyambutan Tahun Baru 1 Januari Tahun 2022 yang berlaku Mulai Tanggal 24 Desember Tahun 2021 hingga 2 Januari Tahun 2022 mendatang di Kabupaten Malinau.

Ketentuan PPKM Level 3 telah diatur dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 62 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Corona Virus Disease 2019 pada saat penerapan Natal Tahun 2021 dan Tahun Baru Tahun 2022 mendatang.

Bupati Wempi menyebutkan, ada 3 poin inti yang disampaikan dan perlu dilaksanakan diantaranya, terkait Rumah Ibadah (Gereja) tempat pelaksanaan perayaan ibadah tetap dilaksanakan prokes ketat.

“Dimana perlu ada pengawasan dari pengurus atau organ-organ jemaat sendiri terhadap perayaannya. Kita bukannya melarang, tetapi ingin lebih memaksimalkan perayaan Ibadah dan persekutuan berjalan dengan baik,” jelasnya.

Kemudian, pada tempat pusat perbelanjaan, pihaknya mengimbau untuk mengantisipasi gejolak peningkatan gerakan mobilisasi massa yang melakukan aktifitas masif, maka perlu diterapkan prokes secara ketat.

“Pada tempat-tempat wisata yang ramai dikunjungi tetap kita lakukan pengetatan, termasuk kepada ASN yg akan melakukan cuti diatas tanggal 24 keatas, akan diberikan penegasan. Kecuali, telah memiliki dokumen yang memenuhi persyaratan perjalanan,” ungkapnya.

Hasil pembahasan dari rapat bersama para pemuka Agama Kristen di Malinau tersebut, akan di tuangkan dalam bentuk surat himbauan yang akan dikeluarkan oleh Pemerintah Daerah dalam waktu dekat. Kemudian akan diterapkan sesuai dengan keadaan dan kondisi yang dilaksanakan kepada masyarakat.

“Langkah ini tetap akan diperkuat dengan percepatan vaksinasi dan penerapan protokol kesehatan (prokes) dan melakukan langkah 3T (tracing, tracking, treatment),” pungkasnya.(ag)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *