Massa Aksi Kritik Dewan, Dinilai Lambat Terhadap Aduan Masyarakat terkait Dugaan Limbah Tambang

  • Whatsapp

MALINAU, cokoliat.com–Sejumlah masyarakat atau massa aksi menggelar penyampaian aspirasi di depan Kantor DPRD Kabupaten Malinau, pada Selasa (2/11) pagi.

Massa yang berasal dari warga Desa Langap, Kecamatan Malinau Selatan, Kabupaten Malinau ini menuntut perusahaan tambang PT. KPUC akibat dampak dugaan pencemaran limbah di wilayah Desa Langap, Malinau Selatan.

Penyampaian aspirasi itupun diterima dengan baik oleh pihak DPRD Malinau, dan kemudian dilanjutkan melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP).

Paris Balang, perwakilan massa aksi, saat mulai menyampaikan aspirasinya sempat mengungkapkan kritik pedas maupun kekecewaannya atas lambannya tanggapan dari pihak DPRD Malinau.

Ia menyebutkan, pihaknya diketahui telah mengajukan penyampaian aspirasi tersebut sejak 3 pekan lalu, namun tidak menerima tanggapan apapun.

Ia menilai, lambannya respon penanganan atas aspirasi dan aduan masyarakat membuat pihaknya berasumsi seolah DPRD tidak peduli serta ada kesan acuh tak acuh terhadap kepentingan masyarakat.

“Pengajuan aspirasi ini sudah kami sampaikan sejak 3 minggu lalu, tidak ada tanggapan. Tuntutan kami, masyarakat sebenarnya sederhana, kami minta keluhan kami didengarkan,” ungkapnya, dalam pertemuan bersama anggota dewan.

Karena hal tersebut, masyarakat berinisiatif untuk melakukan aksi damai tanpa menunggu surat tanggapan aspirasi dari DPRD Malinau.

Kemudian kekecewaan massa aksi bertambah dengan ketidakhadirannya sebagian anggota maupun unsur pimpinan DPRD dalam RDP yang digelar hari ini.

“Kami mengeluhkan minimnya kepedulian anggota institusi perwakilan rakyat terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat. Padahal suara masyarakat yang sudah mendudukkan bapak dan ibu di kursi DPRD saat ini,” tegasnya.

Pimpinan sidang, Ketua Komisi III DPRD Malinau,
Andarias Tulak pun menanggapi keluhan tersebut.

Ia menjelaskan, keterlambatan atas respon penyampaian aspirasi masyarakat dikarenakan padatnya jadwal kegiatan pada tiga pekan terakhir.

Disamping karena jadwal juga bertepatan dengan perayaan hari besar, HUT ke 22 Kabupaten Malinau.

“Tidak ada niat kami menunda-nunda penyampaian aspirasi masyarakat,” pungkasnya.(ag)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *