Pemkab Malinau Pacu Vaksinasi Pelajar, Perkuat Berjalannya PTM Terbatas

  • Whatsapp

MALINAU, Cokoliat.com – Pemerintah Pusat maupun Daerah kini menggencarkan program vaksinasi pelajar guna mendukung pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas di daerah, serta melindungi insan pendidikan dan keluarganya dari potensi paparan Covid-19.

Dalam berbagai pertimbangan, Pemerintah akhirnya memberikan izin vaksinasi untuk pelajar atau kategori usia 12 -17 tahun sejak awal Juli 2021, dan terus mendorong pelaksanaannya di berbagai daerah.

Menindaklanjuti hal itu, saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Kesehatan P2KB Malinau, dr. Jhon Felix Rundupadang mengatakan, dalam mendukung keberlangsungan dan keamanan para siswa saat menjalani Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas, saat ini pihaknya telah menerima stok vaksin jenis Sinovac dan Moderna, yang akan diprioritaskan bagi tenaga guru maupun para siswa.

“Sasaran vaksinasi kali ini akan menargetkan para siswa. Apabila ada guru yang juga belum menerima suntikan vaksin, akan kita fasilitasi dengan vaksin jenis Moderna,” ucapnya, Kamis (9/9/2021).

Dr. Jhon Felix menjelaskan, alokasi vaksin yang telah diterima pihaknya secara bertahap akan diberikan kepada target sasaran.

Saat ini, untuk stok vaksin dosis pertama jenis Moderna 700 vial dan jenis Sinovac totalnya 1.005 vial telah diterima oleh Pemerintah Daerah melalui Dinas Kesehatan Malinau. Sebagian jumlah vaksin juga akan dialokasikan untuk jalur program serbuan vaksinasi TNI-Polri di daerah.

“Dari vaksin jenis Moderna sekira 7.000 orang sasaran akan menerima dosis pertama. Namun jumlah vaksin akan dibagi menjadi dua dosis, guna meminimalisir terjadinya kekosongan stok kedepan,” ucapnya.

Ia menilai, itu merupakan strategi agar waktu vaksinasi di dosis satu dan dua tidak terlalu jauh jarak atau rentan waktu penyuntikkannya.

Sementara itu, dalam kunjungan Bupati dan Wakil Bupati Malinau, bung Wempi & bang Jack, sapaan akrabnya, ke beberapa sekolah di Kabupaten Malinau pihaknya telah melihat kesiapan sekolah dalam pelaksanaan PTM secara terbatas. Seperti mengecek daftar periksa dan sarana prasarana pendukung.

“Sekolah wajib mengisi daftar periksa sebelum melaksanakan PTM terbatas. Semuanya demi keamanan serta keselamatan peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan,” ujarnya, Kamis (9/9/2021).

Bupati mengingatkan, agar para peserta didik tidak terlena dengan PTM terbatas hingga mengabaikan protokol kesehatan.

Selain itu, tambahnya, ia mengimbau agar para siswa segera pulang ke rumah usai melakukan PTM terbatas di sekolah.

“Bertemu dengan teman-teman setelah hampir satu tahun belajar dari rumah memang menyenangkan. Tapi ingat, jaga kesehatan. Pulang sekolah harus langsung ke rumah,” pungkasnya.(ag)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *