Tingkatkan Jumlah Tracing, Dinkes Malinau Terjunkan Nakes di Setiap Desa

  • Whatsapp

MALINAU, Cokoliat.com – Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berbasis mikro di Kabupaten Malinau sudah berlangsung sejak 10 hingga 23 Agustus 2021 mendatang.

Pemerintah Daerah Kabupaten Malinau pun fokus pada upaya surveilans yang terdiri dari testing, tracing dan treatment (3T) di lingkup Desa dan RT.

Langkah tersebut direalisasikan Pemkab Malinau dengan menjalin kolaborasi bersama dengan para Camat, Kades, Ketua RT di Malinau maupun pihak TNI-Polri melalui anggota Babinsa dan Bhabinkamtibmas di setiap Desa.

Dalam upaya meningkatkan jumlah tracing di masyarakat dan melakukan keterampilan untuk melakukan Rapid Antigen secara mandiri, Dinas Kesehatan Malinau telah menerjunkan para tenaga Kesehatannya (Nakes) untuk bertugas di setiap Desa.

Kepala Dinas Kesehatan P2KB Kabupaten Malinau, dr. Jhon Felix Rundupadang menyebutkan, bahwa untuk seluruh Desa di Malinau pihaknya telah menerjunkan tenaga kesehatan.

“Justru kesempatan ini menjadikan pihak Desa melaksanakan fungsi kewenangan yang telah diberikan, bahwa atensi petugas kesehatan itu tanggung jawab Kades,” ucapnya.

“Semua Nakes yang ada di Desa sudah sangat terlatih melakukan tracing dengan Swab Antigen,” imbuh dr. Jhon Felix Rundupadang, Kepala Dinas Kesehatan P2KB Malinau.

Hal itu dipaparkan Kepala Dinas Kesehatan Malinau, Jhon Felix Rundupadang saat menghadiri rapat secara virtual bersama Bupati Malinau, Wakil Bupati Malinau bersama Kepala OPD, para Camat, Kades dan Ketua RT se- Kabupaten Malinau, Jum’at (13/8/2021).

Jhon Felix menambahkan, terkait pelaksanaan tracing di Desa merupakan atensi atau tanggung jawab Kades yang dibantu oleh tenaga kesehatan di Desa.

“Jadi justru ditempat-tempat Desa jika tidak ada petugasnya, nanti akan ketahuan bahwa meraka tidak ada ditempat. Kita harap Kades dapat melaporkan jika ada di Desanya, petugas kesehatan tidak ditempat,” katanya.

Jadi khusus tenaga tracing di Desa, tambah Jhon, pihaknya sudah siap bekerja, namun yang pasti hampir disetiap Desa sudah ada Nakes yang telah bertugas.

“Itu perlu langsung di komunikasikan, jika petugasnya tidak ada ditempat,” pungkasnya.(ag)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *