HIMAS 2021: Peran Pemuda dan Lembaga Adat, Lindungi Hak-hak Masyarakat Adat

  • Whatsapp

CcMALINAU, Cokoliat.com – Tiap tanggal 9 Agustus diperingati sebagai Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia (HIMAS) atau International Day of the World’s Indigenous Peoples.

Tujuan dari peringatan ini adalah untuk lebih menyadarkan dan melindungi hak-hak populasi masyarakat adat dunia.

Dalam implementasi di momen Hari Masyarakat Adat Internasional di Kabupaten Malinau, peran masyarakat adat di tengah kemajuan teknologi dan informasi sebagai penjaga ekosistem alam dan kontrol sosial masyarakat sangat diperlukan.

Ekosistem terbaik yang tersisa di bumi dirawat dan dijaga oleh masyarakat adat.

Ketua Adat Dayak Lundayeh Kabupaten Malinau, Paulus Belapang mengatakan, upaya melestarikan masyarakat adat adalah dengan mempertahankan struktur dan kelembagaan adat daerah.

Dalam pelaksanaan penyelenggaraan Lembaga Adat, tambahnya, hal tersebut menjadi salah satu hal yang sangat penting.

Termasuk penerbitan Perda yang dapat dijadikan sebagai pedoman bagi Pemerintah dalam penataan kelembagaan adat di daerah.

“Kita yang merupakan bagian dari Lembaga Adat, memang sangat mengharapkan adanya payung hukum yang dapat menaungi para pemangku kebijakan di tingkat Lembaga Adat,” ujarnya kepada Cokoliat.com, Selasa (10/8/2021).

Didalam peraturannya, penyelenggaraan Lembaga Adat juga membahas perihal kedudukan, tugas dan fungsi lembaga adat sebagai organisasi di masyarakat, dalam menjalankan adat istiadat dan budaya di luar organisasi Pemerintah.

“Semoga dengan adanya Perda, dapat benar-benar menjadi pedoman dan payung hukum dalam penyelenggaraan Lembaga adat dan untuk melindungi masyarakat adat,” ucapnya.

Sebagai salah satu tokoh adat di Malinau, ia sedikit menjelaskan peran penting yang diemban oleh para Kepala Adat dalam menjaga kerukunan di tengah perbedaan masyarakat saat ini.

“Yang pertama dan paling penting ialah kita harus mampu menjaga hubungan baik antar suku maupun lembaga adat. Baik itu suku asli disini ataupun yang pendatang,” ucapnya.

Untuk di Kabupaten Malinau, tambah Paulus, kita tidak melihat adanya status pendatang. Semua harus bersifat kekeluargaan.

“Untuk mengayomi semua suku dalam suatu ruang kekeluargaan di daerah, itulah peran penting adanya Lembaga Adat. Karena disini kita saling memberi dan saling membantu” ungkapnya.

Saat disinggung mengenai keberlanjutan warisan leluhur, Paulus Belapang mengakui semakin hari semakin sedikit pemuda yang peduli dengan nilai-nilai kearifan lokal.

Namun, dirinya menganggap hal tersebut sebagai konsekuensi dari perubahan zaman yang dinamis.

Sebagai orang tua dan sebagai Ketua Adat, ia menyampaikan pola pendekatan adalah hal penting untuk merangkul kawula muda.

“Memang karena zaman selalu berubah, jadi ada penyesuaian. Ada yang mulai lupa dan acuh terhadap nilai dan kearifan lokal. Tapi, sebagai orang tua, kami sebagai Ketua Adat memikul tanggung jawab besar mewariskan nilai-nilai ini kepada generasi pelanjut,” pungkasnya.(ag)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *