Bupati Wempi: Selama PJJ Kualitas Jaringan Harus Ditingkatkan

  • Whatsapp

MALINAU, Cokoliat.com – Di tahun ajaran baru 2021/2022 sejumlah siswa di Kabupaten Malinau masih belajar secara dalam jaringan (Daring). Pemerintah Kabupaten Malinau pun meningkatkan skema pembelajaran untuk perbaikan kualitas pendidikan saat pandemi Covid-19.

Soal kerinduan para pelajar untuk belajar tatap muka, Bupati Wempi mengatakan bahwa Pemkab Malinau bisa saja membuka proses tersebut.

Namun, dibutuhkan komitmen bersama baik para pelajar, tenaga pendidik, komite sekolah dan orangtua murid untuk dapat menjalankan protokol kesehatan.

“Dalam penerapan PPKM level 3 di Malinau, untuk sektor pendidikan kita akan lihat berdasarkan zonasi. apabila di satu tempat atau Desa masih dalam zonasi merah, tentu pembelajaran tatap muka ditiadakan dan harus dilaksanakan secara daring,” ujarnya, Selasa (10/8/2021).

Sementara itu, dalam pertemuan secara virtual, Senin (9/8) kemarin, para pelajar, guru dan komite sekolah di Kabupaten Malinau telah menyampaikan aspirasi dan keluh kesahnya pada Bupati Malinau, Wempi W Mawa.

Saat dialog bersama Bupati Wempi didampingi Wakil Bupati Jakaria dan Kepala Dinas Pendidikan Fureng Elisa Mou, para pelajar menyampaikan banyak keluhan yang dirasakan dalam pelaksanaan pembelajaran jarak jauh selama pandemi Covid-19 ini, terutama masalah jaringan.

Bupati Malinau mengatakan saat ini jaringan 109 desa di 15 Kecamatan masih belum maksimal. Bahkan di beberapa titik perkotaan juga mengalami kendala.

“Pemerintah Daerah terus berupaya mendorong agar pihak-pihak terkait seperti Telkomsel untuk lebih memaksimalkan jaringan, sehingga proses belajar anak-anak bisa berjalan,” tegasnya.

Ia menambahkan, pihaknya akan segera menyurati Pemerintah Pusat agar dapat memperhatikan daerah. Terutama persoalan jaringan.

“Saat bertemu dengan Panglima TNI dan Kapolri, pada Jum’at lalu kita sudah menyampaikan bahwa kendala saat ini adalah jaringan, dan itu berdampak pada anak-anak didik didaerah,” ungkapnya.

Selain itu, Bupati Wempi menuturkan, pembelajaran di masa pandemi ini dibutuhkan keterampilan dan keahlian tenaga pendidik dalam penerapan pembelajaran jarak jauh tersebut.

“Jadi tidak hanya pelajar saja. Tapi tenaga pendidik dituntut mampu mengembangkan diri menguasai teknologi,” imbuhnya.(ag)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *