Buka Pelatihan Keterampilan, Bupati Harap Para Milenial Dapat Mandiri

  • Whatsapp

MALINAU, cokoliat.com – Upaya Pemerintah Kabupaten Malinau dalam membuka dan menciptakan lapangan kerja, dengan memanfaatkan peluang yang ada untuk mensejahterakan masyarakat, khususnya kaum Milenial.

Tentu dengan program inovatif Bupati dan Wakil Bupati Malinau, demi meningkatkan kualitas dan daya saing dalam dunia kerja, melalui program Milenial Mandiri merupakan satu kesempatan yang tidak boleh di sia-siakan.

Bupati Wempi menginginkan adanya inovasi dan pemikiran yang out of the box, agar tidak terkurung dengan situasi pandemi sehingga peningkatan ekonomi dapat terus berjalan. Melalui keahlian yang didapatkan dengan adanya pelatihan, diharapkan dapat menjadi modal guna menambah keterampilan di satu bidang tertentu.

“Diharapkan, para peserta yang baru mengikuti agar benar-benar memanfaatkan pelatihan ini sehingga dapat melengkapi keahlian dan keterampilan peserta,” ujarnya.

Hal itu disampaikan Bupati Wempi saat membuka secara langsung Pelatihan Keterampilan Masyarakat dalam program inovatifnya Milenial Mandiri, Senin (7/6/2021).

Kegiatan yang berlangsung di ruang Tebengang, Kantor Bupati Malinau itu sebagian besar diikuti oleh anak-anak muda atau kaum milenial.

Pelatihan ini diketahui juga masuk dalam program 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Malinau, demi memberikan skill keterampilan kepada para anak-anak muda Malinau.

Dalam pelatihan ini, pihaknya juga mengandeng narasumber dibawah naungan Lembaga Pengembangan Ilmu Pengetahuan dari Jakarta, karna disebut memiliki kompetensi terhadap pelatihan atau kursus yang telah dilaksanakan.

Oleh sebab itu, tambah Wempi, kehadiran peserta Milenial dalam pelatihan ini, antusiasnya sangat luar biasa.

7 Pelatihan yang dilaksanakan mulai hari ini adalah Make Up, Tata Boga, Bioflok, Teknisi Hp, BarberShop, Hydroponic, dan service AC. Pelatihan ini rencananya akan dilaksanakan menjadi 2 Gelombang.

Setelah mengikuti pelatihan, pihak panitia akan membekali para peserta dengan sertifikat.

“Yang paling penting, setelah para peserta selesai ikuti pelatihan, meraka bisa mengembangkan keahlian yang diberikan. Agar menjadi peluang dan kesempatan untuk mendapatkan penghasilan dari profesi yang dijalani,” tuturnya.

Terkait pelatihan, kedepan pihaknya juga akan menggelar pelatihan-pelatihan di Kecamatan yang tidak bisa di jangkau atau jauh dari Ibukota Kabupaten Malinau.

“Untuk itu, kita yang akan mendatangkan pelatih, setelah melihat aspirasi atau antusiasme milenial yang ada di daerah atau Kecamatan yang jauh tersebut,” pungkasnya. (ag)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *