Banjir Terparah dalam 20 Tahun Terakhir, Ribuan Warga Malinau Terdampak

  • Whatsapp

MALINAU, Cokoliat.com – Pemerintah Kabupaten Malinau akan kembali menyalurkan bantuan berupa logistik akibat dari banjir yang meluas pada Minggu kemarin.

Hujan deras yang mengguyur wilayah hulu sungai Mentarang dalam beberapa hari terakhir kontras menyebabkan naiknya debit air dan menerjang Desa yang berada di sepanjang aliran sungai tersebut.

Pemerintah Daerah bersama Ketua DPRD dan jajaran Forkopimda Malinau pada Minggu, (16/5) telah meninjau langsung lokasi banjir terparah yakni di Desa Paking dan Desa Harapan Maju, Kecamatan Mentarang.

Kembali pihak Pemerintah Daerah, berencana akan memberikan bantuan logistik dan bantuan kesehatan bagi ratusan warganya yang terkena banjir di wilayah tersebut.

Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat selama beberapa terakhir mengguyur wilayah hulu sungai Mentarang.

Mengakibatkan sungai disana pun meluap serta menyebabkan banjir dan menghanyutkan rumah serta fasilitas milik warga. Seruan evakuasi dan penyaluran bantuan pun bermunculan.

“Kita tidak menduga akan adanya banjir besar seperti ini, selama periode 20 tahun belakangan. Kita pun turut prihatin dan sedih akan bencana ini,” ujarnya usai memberikan bantuan bahan makanan ke warga Desa Paking, Minggu (16/5).

Luapan Sungai Mentarang itu pun juga sampai di wilayah perkotaan dan telah merendam hampir seluruh wilayah Ibukota Kabupaten.

Beberapa masyarakat menyebutkan, sebagian besar sangat berbeda dengan kondisi banjir yang pernah dialami oleh masyarakat beberapa tahun terakhir.

Ketinggian air banjir yang dialami oleh warga di wilayah Kota yakni, di Kecamatan Malinau Barat, Malinau Kota dan Utara sebagian besar air telah masuk ke rumah warga. Dengan ketinggian air di atas paha kaki orang dewasa.

Pasokan listrik serta air bersih pun tersendat akibat dampak akibat dampak banjir, pada Minggu kemarin.

BANJIR TERPARAH DALAM 20 TAHUN TERAKHIR

Akibat dampak banjir yang menerjang sebagian besar wilayah Kabupaten Malinau, hari ini Senin (17/5/2021) Gubernur Kalimantan Utara, Zainal A. Paliwang langsung turun tangan dan meninjau lokasi banjir.

Hingga pagi ini, Pemerintah Daerah Malinau masih berupaya untuk melakukan penanganan terkait dampak banjir, baik menginventarisir kerugian dan penyaluran bantuan.

Dalam bencana banjir di Malinau tahun ini, Bupati Malinau bahkan menyebutkan, ini merupakan banjir terparah dalam 20 tahun terakhir.

Saat dikonfirmasi, Kepala BPBD Malinau, Ibau Jalung mengatakan, dalam periode 20 tahun belakangan memang ini yang terparah. Untuk kedepan pihaknya juga masih belum dapat memprediksi terkait siklus cuaca di Malinau.

“Saat ini kita masih menunggu hasil pantauan dari BMKG Kota Tarakan untuk peringatan dini kepada masyarakat apabila akan terjadi bencana,” jelasnya.

Melalui pengalaman ini, kata Ibau, pihaknya juga akan lebih intens berkomunikasi dan bangun koordinasi dengan pihak Kecamatan dan Desa agar lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana.

BPBD Malinau juga mengimbau bagi masyarakat di sepanjang aliran sungai agar lebih meningkatkan kewaspadaan seperti curah hujan tinggi.

Ia meminta kepada warga untuk segera melaporkan ke pihak terkait baik Desa maupun Kecamatan, apabila terjadi bencana alam di wilayahnya agar segera di tangani.

Melalui hasil prakiraan cuaca dari BMKG Tarakan, diprediksi hujan dengan intensitas sedang-lebat dan disertai angin kencang/petir masih akan berlangsung pada malam hari, hingga Selasa (18/5) di wilayah Kabupaten Malinau. (ag)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *