Lebaran 2021 di Malinau, Bupati Anjurkan Takbiran Hanya Dilakukan di Masjid

  • Whatsapp

MALINAU, Cokoliat.com – Bupati Malinau, Wempi W Mawa menyatakan pihaknya melarang kegiatan takbir keliling di malam lebaran. Sebagai gantinya takbiran hanya boleh dilakukan di dalam masjid dan mushola.

Pernyataan itu muncul saat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau menyelenggarakan rapat koordinasi Satgas Penanganan Covid-19 dengan jajaran Forkopimda serta OPD terkait Malinau di Ruang Intulun, Pemda Malinau Kamis (6/5) lalu.

Bupati Wempi yang juga Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Malinau, menganjurkan agar Takbiran di Malam Lebaran cukup dilakukan di Masjid dan Mushola atau di rumah bersama keluarga.

Kebijakan itu diambil menyusul adanya SE yang tertuang dalam peraturan Menteri Agama Nomor 7/2021 tentang Panduan Penyelenggaran Salat Idul Fitri Saat Pandemi.

Menteri Agama RI, Yaqut Cholil Qoumas melalui siaran pers akun Sekretariat Presiden menyebutkan agar melarang kegiatan takbir keliling Idul Fitri 1442 Hijriah.

“Bukan berarti gelaran takbiran dilarang, takbiran hanya boleh dilakukan di dalam masjid atau mushola dengan tetap menerapkan protokol kesehatan,” ujarnya.

Pelaksanaan takbiran di Masjid juga harus dilakukan secara terbatas, meliputi 10 persen dari kapasitas masjid dan musala berpedoman protokol kesehatan Covid-19.

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Malinau, Wempi W Mawa menyebutkan langkah tersebut diputuskan pemerintah sebagai langkah antisipasi potensi penyebaran Covid-19.

“Sesuai aturan yang berlaku, Takbir keliling dilarang tahun ini. Aturan ini tidak bermaksud membatasi masyarakat, melainkan sebagai antisipasi Covid-19,” ungkapnya, Minggu (9/5/2021).

“Berdasarkan hasil rapat dan keputusan bersama, takbiran dapat dilakukan di Masjid, Mushola atau di rumah bersama keluarga,” tambahnya.

Tradisi takbir keliling merupakan kegiatan yang kerap dilakukan umat muslim di Indonesia, di malam menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Terkait kasus konfirmasi positif Covid-19 di Malinau, Bupati Wempi menuturkan bahwa peningkatannya relatif rendah. Kabupaten Malinau saat ini berstatus sebagai wilayah zona kuning.

“Kita pernah ada di zona hijau, dan itu merupakan pencapaian bersama. Seluruh pihak diharapkan dapat bekerja sama untuk menekan angka penyebaran Covid-19 di Malinau,” pungkasnya.

Ia juga meminta kepada semua pihak dan masyarakat untuk bekerja sama, agar angka konfirmasi Covid-19 Malinau menurun sehingga dapat kembali digolongkan sebagai wilayah zona hijau. (ag)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *