Imbas Pelarangan Mudik, Bus Damri Rute Tj. Selor-Berau Diberhentikan Sementara

  • Whatsapp

BULUNGAN, cokoliat.com – Pelarangan mudik ditetapkan melalui Surat Edaran Kepala Satgas Penanganan COVID-19 No.13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik pada Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah selama 6 hingga 17 Mei 2021 mendatang.

Maka untuk menindaklanjuti hal tersebut pihak Damri akan melakukan penyesuaian layanan operasional.

General Manager Damri Cabang Tanjung Selor, Tri Wijiono Djati melalui surat pemberitahuan tertanggal 7 Mei 2021 menyebutkan, penyesuaian layanan diantaranya adalah Bus Damri rute Tanjung Selor – Berau telah diberhentikan sementara.

Kebijakan ini diambil menyusul adanya Surat Edaran (SE) Gubernur Kaltara No. 370/1636/BPBD/GUB tentang peniadaan mudik hari Raya Idul Fitri 1442 H dan Upaya Pengendalian Penyebaran Covid-19 selama Bulan Ramadhan di Provinsi Kaltara

Kemudian mengacu dengan Surat Kepala Dishub Kaltara No. 551/061/Dishub-D/V/2021 tentang pengendalian Operasional Sarana Transportasi Darat selama masa Idul Fitri 1442 H/2021.

Selain itu, beberapa layanan Damri yang masih beroperasi dengan pengecualian yakni untuk rute Tj. Selor – KTT – Malinau – Salang.

Rute operasional tersebut hanya untuk kepentingan Non-mudik dan mendesak diantaranya, bagi yang bekerja atau perjalanan Dinas harus menyertai Surat Tugas dan menunjukkan bukti Rapid Test yang masih berlaku.

Kemudian bagi kunjungan keluarga yang sakit/meninggal harus dilengkapi surat keterangan dari Kades/lurah setempat serta menunjukkan bukti rapid test yang masih berlaku.

Lalu untuk ibu hamil hanya boleh didampingi oleh 1 (satu) orang anggota keluarga dan kepentingan persalinan dibolehkan paling banyak 2 (dua) orang anggota keluarga, dengan tetap menunjukkan bukti rapid test kesehatan yang masih berlaku.

Untuk rute tersebut terkait pengangkutan logistik, paket, obat-obatan maupun alat kesehatan juga masih diperbolehkan.

Mengutip pernyataan Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub, Budi Setiadi dalam Konpers melalui live streaming Metro TV terkait ketentuan perjalanan di masa peniadaan mudik 2021.

Budi mengatakan dalam mengantisipasi aktivitas pemudik akan dilakukan pengawasan oleh TNI/Polri dengan membuka posko checkpoint di daerah.

Selain TNI/Polri personel gabungan juga akan disiagakan baik dari unsur Satpol PP, Dishub Kabupaten maupun BPBD.

“Terkait sanksi yang akan diterapkan ialah, jika ada pelaku perjalanan yang tidak memenuhi syarat dan ketentuan, maka akan diarahkan untuk putar balik kedaerah asalnya,” jelasnya. (ag)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *