Aksi Damai, Mahasiswa Sampaikan 3 Tuntutan

  • Whatsapp

MALINAU, cokoliat.com—Gerakan  Pemuda Kabupaten Malinau (GKPM)  Rabu (17/2) menggelar aksi damai di halaman Kantor DPRD Malinau. Aksi damai dilukukan aliansi pemuda dan mahasiswa untuk menindaklanjuti kasus pencemaran Sungai Malinau dan Sesayap yang terjadi pada Minggu pekan lalu sebagai akibat  jebolnya kolam limbah tambang batu bara milik PT Kayan Putra Utama Coal

Setelah menggelar aksi para mahasiswa bertemu dengan pimpinan dan anggota DPRD Malinau. Pertemuan berlangsung di ruang rapat Komisi  dipimpin Ketua DPRD, Ny Ping Ding.

Ada 3 tuntutan yang disampaikan GKPM dalam  pertemuan mereka dengan DPRD. Yaitu, pertama meminta agar DPRD berkoordinasi dengan pemerintah mengevaluasi sitem pengelolan limbah semua perusahaan terutama KPUC.

Kedua, mengawal proses penerapan sanksi yang sudah diberikan pemerintah daerah. Lalu menyampaikan perkembangan proses penerapan sanksi  tersebut pada masyarakat secara terbuka.

Ketiga, GPKM meminta agar DPRD menyusun Perda yang dapat mengatur secara tegas dan ketat yang membuat perusahaan tambang segan.

Ketua DPRD Ny Ping Ding menerima masukan dan usulan dari pemuda dan mahasiswa. Ping Ding memastikan lembaganya akan menindaklanjuti aspirasi GPKM tersebut.

red

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar

  1. seharusnya sangsi apa bila air limba di alirkan lagi pemerintah harus tarik izin kelola lahan batu bara itu baru tegas. kalo seperti yg di atas 6 etam itu biasa aja pasti alasan lagi perusahan itu karena alam. tolong tuntutan 6etem itu diberitau kepada masyarakat di setiap Desa supaya tau apa bila terulang lagi biar masyarakat yg tangani.