Usai Cicipi Beras Adan, Mensos Risma Nge-Vlog dan Promosikan Produk Khas Malinau

  • Whatsapp

MALINAU, cokoliat.com – Setelah meninjau titik banjir dan mendengar keluhan masyarakat terdampak di Desa Atap dan Desa Mansalong, Kabupaten Nunukan, Mensos Risma langsung bertolak ke Kabupaten Malinau.

Saat tibanya di Bumi Intimung, sekira pukul 20.15 WITA, Mensos Risma langsung disambut hangat dengan penyambutan Adat Tidung “Timug Bensalui” dan Bupati Malinau, Wempi W Mawa bersama jajaran Forkopimda Malinau.

Dalam kegiatan yang bertajuk ramah tamah bersama Mensos Risma dan jajaran Pemerintah Daerah dan Forkopimda Malinau, Mensos Risma telah melihat dan menikmati berbagai macam produk unggulan UMKM khas Bumi Intimung tersebut.

Berbagai produk yang disajikan oleh jajaran Pemerintah Daerah Malinau dan kelompok UMKM Malinau seperti kuliner, kerajinan, anyaman maupun keseniannya, tidak henti-hentinya membuat mantan Walikota Surabaya ini memuji kekayaan sumber daya alam dan potensi wisata yang dimiliki Kabupaten Malinau.

“Saya melihat Malinau ini kaya sekali sumber daya alamnya. Tinggal bagaimana kedepan Pemerintah Daerah bersama seluruh masyarakat untuk me-marketingkan (promosi) agar lebih dikenal oleh masyarakat Nasional maupun Internasional,” ucapnya, Senin (10/1/2022).

Dalam kesempatan tersebut, Risma langsung menikmati kuliner nasi beras Adan khas Krayan dan aneka makanan lainnya serta mengenakan produk-produk kerajinan khas Malinau, mulai dari kalung, selendang, dan topi caping khas Kabupaten Malinau.

Beberapa saat kemudian, Mensos pun nge-vlog untuk memasarkan salah satu produk yaitu Beras Adan khas Krayan, Kabupaten Nunukan yang juga di budidayakan di Kabupaten Malinau, tepatnya di Desa Wisata Pulau Sapi, Kecamatan Mentarang.

“Sebelumnya, saya diberikan Beras Adan khas Krayan ini oleh Ketua DPD PDIP Kaltara. Saya dikasi beras dan dikatakan bahwa beras ini enak, harum wanginya. Seolah-olah Beras ini sudah di bumbui,” ucap Menteri Sosial RI, Tri Rismaharini dalam video blogging (Vlog)nya.

Ternyata Beras ini, lanjutnya, berada di wilayah perbatasan RI-Malaysia tepatnya di Kabupaten Nunukan, Krayan. Beras ini juga diketahui dibudidayakan di Desa Wisata Pulau Sapi, Kecamatan Mentarang, Kabupaten Malinau.

“Saat ini saya tengah menikmati kuliner nasi dari beras Adan Krayan dan aneka makanan lainnya, dijamu oleh Bupati Malinau bersama jajarannya,” ucapnya.

Ia menyebutkan, masyarakat dari luar daerah akan menyesal jika berkunjung ke Kalimantan Utara tepatnya di Kabupaten Malinau dan Nunukan tidak mencoba nasi dari Beras Adan.

“Dalam kunjungan ini sangat disayangkan jika saya tidak mencicipi nasi dari Beras Adan. Karena Berasnya wangi, dan seperti ada bumbunya. Sehingga, mungkin saat kita makan nasi dari Beras Adan ini, kita tidak perlu menambah lauk pauk,” katanya.

“Beras Adan ini ada di wilayah Kecamatan Krayan Kabupaten Nunukan dan dibudidayakan di Desa Wisata Pulau Sapi, Kecamatan Mentarang Kabupaten Malinau,” tambahnya.

Ia juga mempromosikan agar masyarakat dari luar Kalimantan Utara, agar datang berkunjung ke Kabupaten Malinau dan Nunukan untuk mencicipi nasi dari Beras Adan ini.

“Rasanya gurih, wangi, dan seperti ada bumbunya. Jadi, pasti nyesel nanti jika tidak mencicipi nya,” imbuhnya.

Kemudian, Mensos Risma menambahkan, bahwa ada produk khusus dari Malinau yang tidak dimiliki oleh daerah lain. Salah satunya kerajinan manik-manik yang dapat diaplikasikan ke pakaian dan memperindah penampilan.

“Kerajinan dari manik-manik ini pasti membutuhkan keterampilan yang ekstra. Ini unik, untuk itu mari kita kembangkan dan patenkan agar tidak diklaim daerah lain,” jelasnya.

Ia pun mengajak semua masyarakat, khususnya di Kabupaten Malinau untuk bersama-sama menjaga kekayaan alam dan budaya yang dimiliki saat ini.

“Kekayaan budaya ialah kekayaan negara kita. Kita tidak hanya memiliki kekayaan alam, namun kekayaan budaya juga telah diwariskan oleh nenek moyang kepada kita semua. Termasuk juga kekayaan pada kuliner,” tuturnya.

Diketahui, kedatangan Menteri Sosial Republik Indonesia, Tri Rismaharini ke Kabupaten Malinau merupakan rangkaian kunjungan kerjanya usai meninjau titik lokasi banjir di Desa Atap Kecamatan Sembakung, dan Desa Mansalong, Kecamatan Lumbis, Kabupaten Nunukan.

Ia dan rombongan beristirahat dan menginap di Kabupaten Malinau sebelum bertolak ke Kota Tarakan dan melanjutkan kunjungan kerjanya ke Banda Aceh. (ag)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 Komentar