Jadi Zona Merah, 2020 BNNP Kaltara Target Ungkap Peredaran Narkoba Lebih Besar

  • Whatsapp
BNNP Kaltara saat melakukan Rilis Tahunan pengungkapan kasus 2019

TARAKAN, cokoliat.com – Meski 2019 pengungkapan kasus narkoba yang ditangani Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) kaltara, mengalami penurunan. Ternyata, BNN RI justru menetapkan Kaltara sebagai salah satu wilayah sebagai zona merah peredaran narkoba.

Kepala BNNP Kaltara Brigjend Pol Herry Dahana melalui Kabid Pemberantasan BNNP Kaltara, AKBP Deden Andriana menjelaskan, agar dapat menekan peredaran narkoba di Kaltara, pihaknya akan bekerja keras walau dengan jumlah personel yang terbatas.

Bacaan Lainnya

“Atensi pusat, harus mengungkap jarangan besar, pada 2020 ini kita siap bekerja keras mengungkap jaringan yang ada di Kaltara,” ujar Deden, saat melakukan pres rilis akhir tahun, Senin (6/1/2020).

Jangan Lupa Baca : https://cokoliat.com/kalimantan-utara/2020/01/06/pengungkapan-sabu-di-kaltara-turun-sepanjang-2019/

Agar bisa mengungkap jaringan yang lebih besar, diakui Deden, pihaknya akan mempelajari semua modus yang digunakan para tersangka narkoba selama ini. Termaksud, pengungkapan yang melibatkan jaringan napi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas).

“Sudah ada beberap Lapas yang welcome dan siap bekerja sama dengan BNNP, yakni Lapas di Bontang, Kaltim,” pungkasnya.

Namun, saat disinggung soal Lapas Tarakan apakah siap dan bekerja sama dengan BNNP Kaltara, dalam hal pengungkapan jaringan yang melibatkan napi di Lapas Tarakan. Deden enggan memberikan komentar lebih terkait kesiapan Lapas Tarakan.

“Yang ready baru Lapas Bontan, Kaltim, kita sudah bersurat dan pihak Lapas Bontang mengatakan siap membantu pengungkapan jaringan, yang melibatkan napi di Lapas,” tegasnya.

Deden menjelaskan, sepanjang 2019 lalu BNNP Kaltara berhasilmengungkap 22 kasus peredaran narkoba di Kaltara, dengan jumlah tersangka sebanyak 38 orang. Dari jumlah kasus itu, 4 diantaranya sudah mendapatkan vonsi dari Majelis Hakim.

“Sisanya, masih dalam tahap pemberkasan untuk disidangkan, karena sebelum vonisada tahapan yang harus dilakukan setelah tersangkanya ditangkap,” tutupnya (ck1)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *