Polres Malinau Atensi Masalah Narkoba di Wilayah Perbatasan

  • Whatsapp

MALINAU, Cokoliat.com – Maraknya kejahatan narkoba khususnya di wilayah perbatasan negara Indonesia dan Malaysia di wilayah Provinsi Kalimantan Utara, Kabupaten Malinau belakangan ini membuat aparat yang bertugas wilayah perbatasan, lebih mengantisipasi agar tidak terjadinya penyelundupan narkoba di wilayah kerjanya masing – masing.

Termasuk untuk jajaran TNI – Polri yang bertugas di Kabupaten Malinau.

Apalagi Kabupaten Malinau merupakan salah satu daerah yang berbatasan dengan Negara Malaysia, dimana memiiki kerawanan terhadap penyelundupan barang illegal termasuk Narkoba.

Langkah dan antisipasi terus dilakukan oleh pihak – pihak keamanan TNI-Polri yang bertugas di Kabupaten Malinau.

“Masalah peredaran narkoba menjadi atensi kami sesuai dengan perintah bapak Kapolri dan Kapolda Kaltara ,” kata Kapolres Malinau, AKBP Reza Pahlevi, Selasa (24/8/2021).

Kapolres Reza Pahlevi menegaskan, secara internal melalui Satresnarkoba Polres Malinau, tentu pihaknya sudah memetakan dan memonitoring aktif informasi sekecil apapun soal peredaran barang illegal termasuk narkoba tetap ditindaklanjuti dan dikembangkan.

“Walaupun di Malinau bukan menjadi tempat central penyebaran Narkoba, tentunya hal itu tetap menjadi atensi khusus dalam pengawasan peredaran narkoba di wilayah perbatasan. Tentu kami juga akan meningkatkan koordinasi serta komunikasi dengan stakeholder terkait,” ujarnya.

Untuk langkah antisipasi agar Narkoba di wilayah perbatasan dan pedalaman tidak beredar luas, pihaknya juga akan kembali memberikan penyuluhan tentang bahaya akibat Narkoba kepada masyarakat diperbatasan terutama generasi muda.

“Sehingga dari kegiatan penyuluhan itu, diharapkan para generasi muda kembali sadar dan memahami dampak negatif dari penggunaan Narkoba itu sendiri,” katanya.

Sementara itu, untuk langkah penanganan dan pencegahan penyelundupan barang illegal termasuk narkoba masuk ke wilayah Kabupaten Malinau, pihaknya akan rutin melaksanakan patroli di setiap wilayah yang rawan dengan pengawasan ketat.(ag)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *