Biro Humpro Kaltara Dipanggil Polisi, Kira-Kira Ada Apa Ya???

  • Whatsapp
Kanit Tipidter Sat Reskrim Polres Tarakan, Ipda Dien F Romadhoni (Foto cokoliat.com)
banner 468x60

TARAKAN – Belum lama ini, Biro Humas dan Protokol (Humpro) Pemrov Kaltara mendatangi Mako Polres Tarakan, Senin (22/6) kemarin. Usut punya usut, kehadiran Humpro Pemprov Kaltara ini untuk memenuhi panggilan penyidik Tindak Pidan Tertentu (Tipidter) Sat Reskrim.

Kasat Reskrim Polres Tarakan AKP Guntar Arif Setiyoko melalui Kanit Tipidter Ipda Dien F Romadhoni menjelaskan, kedatangan Biro Humpro ke Polres Tarakan guna memenuhi panggilan penyidik, terkait laporan postingan hoax rapid test gratis yang diunggah di akun di Facebook, pada 10 Juni lalu.

Bacaan Lainnya

banner 300250

“Laporan ini terkait Undang undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), kita juga sudah memanggil saksi-saksi yang berkaitan laporan tersebut,” terang Dien belum lama ini.

Namun, Dien mengatakan, dalam laporan ini penyidik masih mencari unsur-unsur apakah ada tindak pidanya atau tidak. Sehingga, dalam pemeriksaan ini penyidik lebih cendreung kepada pihak Pemprov dan dari manajem media, yang membuat beritanya.

“Dari hasil keterangan Biro Humpro, nantinya akan kita klrasifiasi kembali, karena kita masih harus mencari tahu, kenapa sampai dikatakan hoax,” ujar Kanit Tipidter.

Selain memanggil perwakilan Biro Humpro, lanjut Dien, penyidik juga telah mengambil keterangan dari pihak terlapor, dalam hal ini pemilik akun Adiyono. Hanya saja, pemilik akun ini saat dimintai keterangan masih meyakini kalau postingannya tidak salah.

“Kan, terlapor ini membuat postingan berdasarkan pemberitaan di media, makanya terlapor meyakini kalau postingannya tidak tidak salah,” ungkapnya.

Meski sudah memanggil sejumlah pihak untuk dimintai keterangan, Dien menuturkan, hingga saat ini penyidik belum dapat menentukan, mengingat masih pemeriksaan awal. Sehingga, masih diperlukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Jadi, laporan ini masih kita dalami kebenarannya, apalagi dari terlapor mengaku dapat informasi itu dari berita di media,” pungkasnya.

Dalam waktu dekat ini, Dien menuturkan, pihaknya juga akan melakukan pemanggilan terhadap media rujukan yang menjadi postingan di akun Adiyono. Dikarenakan, dalam pemeriksaan awal belum dapat ditentukan apakah terlapor bersalah atau tidak.

“Kita masih cari petunjuk dari pemeriksan tersebut, setelah itu baru kita panggil pihak media untuk cari tahu siapa yang keluarkan statement, termaksud siapa yang buat beritanya,” bebernya.

Dien memastikan, karena dalam laporan ini masih dala proses penyelidikan, sehingga semua pihak yang dipanggil penyidik, sifatnya masih bentuk klarifikasi. Setelah semua yang terkait dimintai keterangan, barulah penyidik melakukan gelar perkara.

“Saksi ahli belum kita panggil, tapi kalau sudah diperiksa baru dilakukan gelar perkara, kemudian baru bisa ditentukan bisa naik kepenyidikan atau tidak,” tandasnya.

Untuk diketahui, belum lama ini Sat Reskrim Polres Tarakan telah menerima laporan atas dugaan hoax terkait postingan rapid tes gratis, yang diunggah akun Adiyono. Dimana, dalam laporan ini yang melapor dari pihak perwakilan RSUD Tarakan. (ck1)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *