Ditegur Jangan Isi BBM Berulang Kali, Anggota Satpol PP Tarakan Malah di Pukul

  • Whatsapp
AR dan Anggota Satpol PP saat dibawa ke Polres untuk diperiksa
AR dan Anggota Satpol PP saat dibawa ke Polres untuk diperiksa
banner 468x60

TARAKAN, cokoliat.com – Diduga menjadi korban pemukulan, salah satu anggota Arnold Dugo melapor ke Polres Tarakan, Selasa (18/2/2020). Dimana, aksi kekerasan yang dialami anggota Satpol PP ini terjadi ketika dirinya bertugas mengawasi Agen Premium, Minyak dan Solar (APMS) di Jalan Aki Balak.

Kepala Dinas Satpol PP Tarakan, Hanip Matiksan menyebutkan, tindak kekerasan yang dialami Arnold ini, dilakukan oleh seorang pengemudi diduga sebagai pengetap Bahan Bakar Minyak (BBM), berinisal AR. Dengan cara, menendang bagian perut Arnold, yang saat itu tengah bertugas.

Bacaan Lainnya

“Info yang saya dapat ada pemukulan kepada anggota, setelah dicek ternyata benar anggota Satpol PP ada yang ditendang,” sebut Hanip, ditemui di Polres Tarakan.

Hanip menceritakan, aksi kekerasan ini yang terjadi lantaran dipicu peneguran kepada AR yang dilakukan oleh Arnold. Mengingat, AR diduga telah melakukan pengisian BBM berulang kali, ternyata begitu ditegur AR justru tidak terima dan langsung marah-marah.

“Memang pelaku ini sudah beberapa kali ditegur, begitu didatangi anggota untuk ditegur, pelaku justru marah dan menendang Arnold dibagian perutnya,” ungkap Hanip.

Lanjut Hanip, sebelum terjadinya tindak kekeras, antara AR dan Arnold sempat terjadi cekcok karena merasa jerigennya diambil oleh Satpol PP. Namun, begitu anggota menjelaskan soal aturan yang ada, AR justru tambah marah hingga melakukan penendangan.

“Untuk penyelesaiannya kita serahkan ke Polisi, anggota kita juga sudah diviusum, tapi hasilnya belum diketahui dan memang tidak ada luka juga,” terangnya.

Dalam menjalankan tugas dilapangan, dikatakan Hanip, anggota Satpol PP Tarakan selalu diingatkan untuk tidak melakukan aksi kekerasan, apalagi perlawanan jika terjadi tindak kekerasan. Tujuannya, guna menghindari adanya adu fisik antara petugas dan masyarakat.

“Waktu kejadian, saya sempat datang ke lokasi bersama anggota Polisi, tapi setibanya dilokasi pelakunya ternyata sudah diamankan ke Polres Tarakan,” ujar Hanip.

Pada saat terjadinya tindak kekerasan, dijelaskan Hanip, anggota yang ada dilapangan tidak ada satupun yang melakukan perlawanan atau membalas. Padahal, dalam menjalankan tugas dilapangan untuk menjaga SPBU atau APMS, dalam satu regu terdiri dari 7 orang.

“Karena, selama bertugas anggota memang berpatokan pada surat edaran, jadi kalau ada yang mau isi BBM berulang kali langsung dihalang,” pungkasnya.

Terpisah, Kapolres Tarakan AKBP Fillol Praja Arthadira melalui KBO Reskrim, Iptu Muhammad Aldi menabahkan, terkait aksi penganiayaan yang terjadi pada anggota Satpol PP di APMS Jl. Aki Balak itu, dari pihak terkait sudah membuat laporan dan tengah diproses lebih lanjut.

“Laporannya sudah kita terima, tapi masih kita dalami, guna memastikan apakah dalam kejadian ini ada tindak pidananya,” tegas Aldi.

Tidak hanya itu, Aldi menuturkan, sejauh ini penyidik tengah melakukan penyelidikan terhadap AR, untuk mencari tahu motifnya hingga melakukan pemukulan kepada anggota Satpol PP. Terkait korban, sudah melakukan visum dan membuat laporan secara resmi di Polres Tarakan.

“Sementara kita masih tunggu hasil visumnya, agar bisa melengkapi laporan awal disamping kita dalam motif pemukulan ini,” tandasnya. (ck1)

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *