Polres Tarakan Musnahkan Sabu 2 kg Dengan Cara Dilarutkan ke Air

  • Whatsapp
Diuji, sabu 2,18 kg dites terlebih dulu keasliannya sebelum dimusnahkan (Foto cokoliat.com)
Diuji, sabu 2,18 kg dites terlebih dulu keasliannya sebelum dimusnahkan (Foto cokoliat.com)
banner 468x60

TARAKAN, lensakaltara.co.id – Sabu 2,18 kg yang diamankan Sat Reskoba pada 29 Januari 2020 lalu, akhirnya dimusnahkan, Senin (17/2/2020). Pemusnahan, dilakukan dengan cara dilarutkan menggunakan air, dihadapan para tersangkanya dimana salah satunya masih dibawah umur yaitu AR, sedangkan dua tersangka lainnya IR dan MT.

Sebelum dilakukan pemusnahan, 2,18 kg sabu ini dilakukan pengecekan oleh laboratorium kesehatan daerah (Labkesda) Tarakan, guna memastikan keaslian barang bukti. Setelah itu, sabu dimusnahkan menggunakan air dan larutannya dibuang ke dalam toilet.

Bacaan Lainnya

Kapolres Tarakan AKBP Fillol Praja Arthadira melalui Kasat Reskoba AKP Sudaryanto mengatakan, dari 2,18 kg sabu yang dimusnahkan disisipkan 1 gram untuk bukti dipersidangan. Sementara berkas perkaranya, sudah dilakukan tahap 1 ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Tarakan guna proses lebih lanjut.

“Khusus AR karena masih dibawah umur, jadi berkas perkaranya sudah tahap 2 atau P21, tinggal menunggu waktu persidangan,” terang Sudaryanto.

Terkait proses penyidikannya, Sudaryanto menjelaskan, hingga saat ini penyidik masih melakukan pengembangan, guna mencari keberadaan MR X yang diduga mengantarkan sabu ke Tarakan. Namun, dari informasi yang ada bahwa MR X ini diketahui warga Malaysia, termaksud asal sabu itu juga dari negara tetangga

“Yang komunikasi dengan MR X ini cuma AR, kalau IR dan MT hanya menemani saja, tapi sabu itu memang dibawa ke Tarakan sebelum mau diseludupkan ke Balikpapan, Kaltim,” sebutnya.

Diakui Sudaryanto, sejauh ini penyidik juga kesulitan melakukan pengembangan kepada pemesannya di Balikpapan, karena ketiga tersangkanya tidak pernah berkomunikasi. Kecuali, MR X sendiri yang melakukan komunikasi kepada pemesannya yang ada di Balikpapan.

“Mereka (tersangka) cuma mengantar saja makanya tidak ada rekam jejak komunikasinya, tapi kalau hasil komunikasi antar AR dan MR X ini ada kita pegang,” beber Sudaryanto.

Dari pengakuan AR, lanjut Sudaryanto, dirinya baru pertama kali ini mengantar sabu ke Balikpana, sedangkan IR dan MT hanya menemani. Tidak hanya itu, ketiganya juga dijanjikan upah Rp. 60 juta jika berhasil mengantarkan pesanan sabu tersebut, tapi belum terima karena pengantaran belum dilakukan.

“Kalau uang Rp. 10 juta itu, kita duga uang jalan dari MR X, kalau hasil urine AR negatif memakai sabu tapi kita duga sebagai kurir, sedangkan IR dan MT hasil urinenya positif cuma IR dan MT jadi dikenakan pasal pemakai,” pungkasnya.

Untuk diketahui, sebelumnya Sat Reskoba Polres Tarakan berhasil mengungkap upaya penyeludupan sabu seberat 2 kg lebih. Rencananya, sabu yang diambil ketiga tersangka yakni AR, IR dan MT hendak dibawa ke Balipapan, Kaltim melalui jalur laut.

Dari ketiga tersangka ini, satu diantaranya yaitu AR tercatat masih dibawah umur dan berusia 17 tahun. Dimana, ketiganya berhasil diamankan saat akan memasuki Pelabuhan Malundung, dengan membawa 2 kg sabu menggunakan karung berisikan pakaian bekas. (ck1)

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *