BNNP Kaltara Ciduk Pengedar di Bunyu Setelah Ambil Sabu Dari Tawau

  • Whatsapp

TARAKAN, cokoliat.com – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kaltara berhasil mengamankan dua bandar sabu, pada akhir 2019 lalu di Pelabuhan Tengkayu I (SDF). Keduanya, merupakan warga Kecamatan Bunyu, Kabupten Bulungan berinisial DR (33) dan SM (30).

Kepala BNNP Kaltara, Brigjen Pol Herry Dahana melalui Kabid Pemberantasan, AKBP Deden Andriana mengatakan, DR dan SM adalah pengedar sabu di Pulau Bunyu. Pengungkapan ini, berhasil dilakukan setelah anggota BNNP Kaltara mendapatkan laporan dari warga.

Bacaan Lainnya

“Kita terima laporan ada pengedar sabu di Bunyu, akan tiba di Tarakan setelah mengambil sabu dari Tawau, Malaysia,” ujar Deden, Jum’at (3/1/2019).

Dari laporan itu, lanjut Deden, anggota BNNP melakukan penyelidikan hingga akhrinya DR dan SM tiba di Pelabuhan SDF. Setelah turun dari speedboat, DR dan SM langsung diikuti anggota sampai di depan halte bus penjemputan.

“Kedua tersangka langsung diamankan dan dilakukan penggeledahan, dari tangan keduanya ditemukan 2 bal sabu dengan berat 98,95 gram,” terang Deden.

Karena tidak lagi bisa berkutik, dijelaskan Deden, DR dan SM dibawa ke Kantor BNNP Kaltara untuk pemeriksaan lebih lanjut. Saat diperiksa, baik DR dan SM mengaku kalau mendapatkan sabu dari sesorang bernama Makci, di Tawau.

“Mereka jemput sendiri sabu ini, dengan cara masuk ke Tawau melalui jalur resmi menggunakan perahu,” pungkas pria berpangkat melati dua.

Deden menuturkan, rencananya sabu yang berhasil diamankan akan dikemas ulang untuk diedarkan DR dan SM di Pulau Bunyu. Meski baru sekitar setahun jadi pengedar, tapi kedua sudah memiliki banyak pelanggan tetap di Bunyu.

“Para tersangka ini biasa juga mengambil sabu dari bandar di Tarakan dan Bunyu, tapi kali ini mereka ambil langsung dari Tawau,” tegasnya.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, Deden memastikan, baik DR dan SM akan dikenakan pasal 114 ayat 2 junto pasal 132 ayat 1 subsider pasal 112 ayat 2 junto pasal 132 ayat 1 Undang undang No. 35 tahun 2009, tentang narkotika.

“Kedua tersangka ini terancam hukuman penjara maksimal seumur hidup, kita juga masih melakukan pengembangan dan telah menahan para tersangkanya,” tandasnya (ck1)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *