Partisipasi Pemilih DPTb Meningkat, Teknis Harus Sesuai Aturan

Riswanto

 

TARAKAN, Cokoliat.com – Beberapa laporan yang masuk ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Tarakan, terkait pemilih yang masuk dalam Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) mendapatkan 5 surat suara. Sementara DPTb sendiri memiliki beberapa kategori dan tidak semua memiliki hak mendapatkan 5 surat suara.

 

Kasus DPTb ini tidak hanya terjadi di Tarakan, melainkan hampir merata di seluruh Indonesia. Bawaslu RI pun memberikan catatan khusus agar pengawasan lebih ditingkatkan. Tidak hanya dari dugaan pelanggaran yang mungkin terjadi, tetapi juga partisipasi warga negara yang memiliki hak memilih tapi terancam tidak bisa memilih karena pekerjaan atau hal lainnya.

 

“Intruksinya (dari Bawaslu RI) ada. Makanya untuk pengurusan DPTb itu kan pengawasan melekat. Kami dampingi terus KPU sampai ke perusahaan dan Lapas. Kalau di Lapas kan datanya juga dinamis, ada yang keluar dan ada yang masuk. Datanya berubah dan harus di update terus,” terang Ketua Bawaslu Tarakan, Riswanto, Senin (26/2/2024).

 

Ia pun memastikan pada pesta demokrasi tahun ini, jumlah partisipasi memilih meningkat. Termasuk melakukan jemput bola ke perusahaan-perusahaan yang memperkerjakan warga luar Tarakan, untuk bisa menyalurkan hak pilihnya melalui DPTb.

 

“Kalau untuk penyelenggaraan DPTb ini sebenarnya sudah sangat bagus. Sampai kami jemput bola ke perusahaan misalnya. Tingkat partisipasi DPTb ini sudah meningkat, karena memang DPTb tahun ini sampai hampir 4 ribuan di Tarakan,”  ungkap

 

Selanjutnya, tinggal petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) lagi yang harus paham siapa saja yang berhak mendapatkan hak suaranya, alamat pada KTP.

 

Meski, kata dia dari sisi partisipasi pemilih sudah meningkat. Tinggal mengurutkan lagi permasalahan di lapangan seperti apa. Administrasi sudah bagus, teknisnya juga harus sesuai aturan.

 

“Kalau kita melihat kan permasalahan di teknisnya itu. Berarti perlu pemahaman lebih untuk teknis ini. Termasuk pengawas kami juga, lebih di intruksikan kalau masuk DPTb atau Daftar Pemilih Khusus (DPK) untuk membantu mengecek KTP pemilih, apakah sesuai atau tidak dan surat suara apa yang didapatkan,” tuturnya.

 

Seharusnya, pemilih juga harus memiliki kesadaran untuk menerima apa yang menjadi haknya. Kesadaran semua pihak memiliki peran penting dan tidak hanya petugas KPPS, tetapi melibatkan pribadi.

 

“Itikad baik dan kesadaran pemilih juga penting. Kalau dikasih 5 surat suara padahal cuma punya hak memilih satu, langsung disampaikan,” tandasnya. (saf)